Lampu rem itu "bahasa"-mu ke pengendara di belakang: saya mengerem. Kalau mati, mereka tidak tahu — dan risikonya ditabrak dari belakang. Untungnya penyebabnya biasanya sederhana dan murah. Kuncinya paham dulu: motor punya dua saklar rem.
Dua saklar rem — sering jadi kunci
Kebanyakan motor punya saklar rem terpisah: satu dituas rem depan (tangan kanan) dan satu di pedal/tuas rem belakang (kaki/tangan kiri). Karena itu, lampu rem bisa saja menyala saat kamu rem depan tapi mati saat rem belakang — artinya saklar di sisi itu yang bermasalah. Coba tekan masing-masing untuk mempersempit.
Urutan cek
- Bohlam. Lihat apakah filamennya putus/hitam. (Kalau LED, biasanya seluruh unit.)
- Saklar rem depan & belakang. Tekan masing-masing — mana yang tidak menyalakan lampu? Saklar bisa kotor, aus, atau tidak tersetel.
- Sekring. Cek sekring terkait; ganti kalau putus.
- Soket & kabel. Pastikan tersambung rapat dan tidak berkarat.

Kebalikannya: lampu rem nyala terus
Kadang masalahnya justru lampu rem menyala terus walau rem tidak ditekan — biasanya karena saklar tersangkut/tidak kembali atau setelannya terlalu rapat. Ini juga perlu dibenahi karena membingungkan pengendara lain dan boros aki bila motor sering diam menyala.

Kaitannya dengan kelistrikan lain
Kalau selain lampu rem kamu juga mengalami sein bermasalah,klakson mati, atausekring sering putus, bisa jadi ada masalah kelistrikan yang lebih umum. Memeriksa sistemnya sekaligus lebih efisien.
Cek lampu rem panggilan ke lokasimu
MotoCall bisa mengirim montir ke lokasimu untuk memeriksa bohlam, saklar rem depan & belakang, sekring, dan kabel — lalu menyetel, membersihkan, atau mengganti yang perlu. Termasuk dalam servis rutin. Seluruh Jakarta, jam 08.00–21.00 setiap hari, harga dijelaskan di depan.
Lampu rem motormu mati?Chat WhatsApp MotoCall— montir cek di lokasimu. Detail dimontir panggilan motor.
Baca juga lampu sein motor mati &Tips & Panduan lainnya. Kembali kehalaman utama MotoCall.

